Selasa, 25 Oktober 2011

LAYANAN TELEMATIKA

Layanan Telematika

Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

1. Layanan Telematika dibidang Informasi

Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan "e-commerce" bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

2. Layanan Telematika di bidang Keamanan

Layanan telematika juga dimanfaatkan pada sector-sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telah dilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki website di http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian melalui email atau website . Semoga saja daerah-daerah lainnya yang tersebar diseluruh Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin.

Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pula penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI, perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, dan penyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel, serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.

3. Layanan Context Aware dan Event-Based

Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

· The acquisition of context

Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

· The abstraction and understanding of context

Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

· Application behaviour based on the recognized context

Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.



Referensi :
http://helenamayawardhani.wordpress.com/2009/07/17/context-awareness/
http://mameddekil.wordpress.com/2009/11/17/layanan-teknologi-telematika/

Kamis, 29 September 2011

Troubleshooting Jaringan

Membangun jaringan wireless komputer sederhana dirumah atau dikantor kecil adalah cukup mudah dilakukan dengan tersedianya berbagai macam perangkat jaringan terutama wireless router yang sudah terintegrasi dengan modem seperti DSL-2640 D-Link atau DGND3300 NETGEAR. Akan tetapi terkadang tidak sesederhana seperti dalam teorinya, masalah jaringan kerap kali terjadi yang memaksa kita sendiri harus melakukan troubleshooting jaringan tersebut.

Troubleshooting jaringan kebanyakan adalah melakukan serangkaian langkah2 untuk mengeliminir potensi2 masalah satu per satu sebelum akhirnya kita menemukan sumber masalah tersebut. Pada dasarnya ada tiga langkah pokok dalam melakukan troubleshooting jaringan wireless di rumah atau dikantor yaitu: mengisolasi masalah; troubleshooting masalah; dan bila perlu menghubungi technical support yang tepat.

Mengisolasi Masalah

Sebelum melakukan troubleshooting jaringan, kita perlu melokalisasi atau mengisolasi apa yang menjadi akar dari masalah tersebut. Artikel ini dikhususkan pada jaringan wireless dirumahan atau dikantor kecil, walaupun teorinya bisa diterapkan pada metoda troubleshooting masalah jaringan di corporate network juga. Umumnya pada jaringan wireless dirumah atau dikantor kecil, terdapat tiga layer seperti terlihat pada gambar diagram dibawah ini, yaitu Internet, modem / router, dan komputer pada jaringan. Kita harus bisa mengisolasi di layer yang mana masalah tersebut berada sebelum kita melakukan troubleshooting jaringan dengan efektif.















Layer Jaringan untuk isolasi masalah jaringan di rumah

Walaupun mungkin saja kita bisa memperbaiki hampir semua masalah jaringan, mengetahui di layer mana akar masalah nya adalah sangat membantu kita jika seandainya situasinya memaksa kita harus menghubungi technical support misal ke vendor atau ke ISP jika sudah mentok tidak bisa memperbaikinya setelah kita melakukan troubleshooting jaringan tersebut.

Bagaimana cara mengetahui di layer mana akar masalah nya, kita bisa mengikuti langkah berikut dengan asumsi komputer kita menggunakan Windows XP / Vista.

1. Click Start => Control Panel => Click Network and Internet Connections
2. Dibawah Network and Internet Connection => Click Network Connection
3. Sekarang kita bisa melihat status dari koneksi NIC network adapter pada komputer kita dibawah Network Connections window dengan kemungkinan status sebagai berikut:

A > Status adalah Connected akan tetapi tidak bisa akses internet





Connected Status

Status ini menunjukkan bahwa komputer kita terhubung dengan jaringan dengan sempurna, yaitu terhubung kepada router / modem di layer tengah pada gambar layer diatas. Jika jaringan wireless, maka komputer terhubung kepada wireless router dengan baik. Hal ini menunjukkan ada masalah pada layer atas yaitu Internet.

Untuk bisa melakukan troubleshooting jaringan dengan status ini, kita bisa mengikuti langkah berikut ini.

1. Pastikan terlebih dahulu dengan membuka browser internet kita dan check ke website tertentu misal saja ke www.computer-network.net atau ke www.wireless-router-net.com atau kemanapun. Jika anda bisa mengkases website tertentu akan tetapi website yang lain bagus, berarti tidak ada masalah pada sisi jaringan anda. Masalah terletak pada fihak ISP yang mungkin salah satu backbonenya rusak atau putus. Jika sama sekali anda tidak bisa membuka internet kemanapun, teruskan langkah berikut.
2. Lepaskan sambungan modem yang ke line telpon atau Cable line, tunggu beberapa saat barang semenit kemudian koneksikan lagi.
3. Lepaskan sambungan wireless router dari modem (sambungan antara port LAN pada modem dan port WAN pada wireless router), tunggu beberapa saat kemudian sambung lagi. Ini jika anda mempunyai perangkat terpisah antara wireless router dan modem.
4. Restart komputer anda dan ulangi untuk membuka dan akses website. Jika anda bisa mengkases website akan tetapi koneksinya lambat sekali sementara komputer lain bisa mengkases (jika ada lebih dari dua komputer dalam jaringan) anda bisa mencurigai beberapa komputer yang lain sedang mengkonsumsi bandwidth sangat intensive mungkin sedang streaming HD media dari internet atau banyak melakukan sharing files dengan beberapa komputer. tutup di komputer lain tersebut beberapa aplikasi yang mencurigakan dan bila perlu matikan sementara untuk memastikan masalah. Jika tak satupun website terbuka, maka lakukan langkah berikut ini.
5. Jika anda mempunyai modem dan wireless router terpisah, cobalah putuskan koneksi ke wireless router dan koneksikan komputer anda langsung kepada modem. Restart komputer anda dan coba lagi akses internet. Jika anda sukses akses ke internet, maka anda bisa memastikan ada masalah dengan wireless router anda.
6. Jika langkah tersebut masih juga belum berhasil akses internet, maka bisa dipastikan ada masalah dengan modem anda atau ada masalah dengan IS P anda. Telpon ISP anda untuk memastikan kalau ada masalah dengan layanan Internet.

B > NIC atau wireless adapter status disabled





Disabled status

Jika gambar status diatas ini buram abu2 maka dipastikan bahwa adapter dalam keadaan Disabled. Ada seseorang yang secara tidak sengaja men-disabled nya atau mungkin anda sendiri yang iseng coba-coba klik sana sini dan klik Disable. Klik kanan icon tersebut dan pilih Enable.

C > limited or no connectivity Status




Limited or no connectivity status

Kondisi limited or no connectivity pada dasarnya tidak ada masalah dengan komputer anda, koneksi ke router atau modem juga tidak ada masalah, akan tetapi konfigurasi wireless router tidak sempurna. Hal ini biasanya berhubungan dengan konfigurasi DHCP pada router tidak aktif atau ada masalah koneksi antara modem dan internet (jika fihak ISP memberikan layanan DHCP kepada clients).

Troubleshooting jaringan dengan status limited or no connectivity ini disebabkan beberapa masalah berbeda termasuk koneksi internet yang gagal, wireless router atau adapter yang tidak dikonfigure dengan benar. Ikutin petunjuk berikut ini untuk troubleshooting jaringan dengan status ini.

1. Klik kanan adapter tersebut dan pilih Repair. Perhatikan apakah sudah normal connected atau masih limited. Langkah ini memastikan untuk mendapatkan IP address dari DHCP server.
2. Buka property TCP / IP dari adapter anda dan pastikan bahwa TCP/IP konfigurasinya adalah obtain IP address automatically.
3. Putuskan koneksi ke modem, tunggu sebentar dan koneksikan lagi.
4. Jika ada wireless router terpisah dengan modem, putuskan koneksinya – tunggu beberapa saat dan hubungkan lagi.
5. Restart komputer anda
6. Sampai langkah ini masih juga status limited, maka lihat konfigurasi router atau apakah konfigurasi DHCP nya sudah enabled.
7. Restart komputer anda. Jika status masih Limited or no connectivity , dan jika wireless komputer dan modem terpisah, cobalah putuskan modem dan router terus koneksikan komputer anda langsung ke modem. Restart komputer dan periksa apakah status sudah berubah.
8. Jika masih juga status limited, hubungi ISP anda. Status ini menunjukkan adanya DHCP gagal fungsi tidak bisa memberikan IP address ke clients. Biasanya fihak ISP memberikan konfigurasi DHCP kepada clients.

D > Cable terputus atau lepas




Status kabel jaringan terputus

Kondisi ini menunjukkan koneksi kabel terlepas, tidak ada koneksi ke router / modem.

1. Periksa apakah ada kebel terlepas
2. Jika kabel sudah terhubung sempurna ke router / Switch, cobalah swap ke port lain pada router / Switch. Anda juga bisa memeriksa status lampu pada router atau switch saat kabel terhubung ke komputer nomor berapa port tersebut terhubung, biasanya lampu akan berkedip jika ada hubungan ke wireless router / switch pada port yang bersangkutan.
3. Jika masih juga status terputus, cobalah ganti kabel jaringannya dengan yang baru atau coba pinjam dengan kabel yang terbukti jalan dari komputer sebelah.
4. Jika masih status terputus, sementara komputer lain jalan – maka anda bisa mencurigai adapter anda rusak. Gantilah dengan yangbaru.

E > Wireless adapter tidak dapat terhubung kepada wireless network




Tidak ada koneksi ke wireless network

Status ini menunjukkan koneksi wireless adapter anda terputus dengan jaringan wireless anda. Ada dua kemungkinan, adapter wireless anda tidak bisa terhubung ke wireless network anda, atau koneksi wireless intermittend.

Selasa, 31 Mei 2011

Riwayat Hidup

AMBAR WADI

POSITION APPLIED : PROGRAMER

DATA PRIBADI

Tempat, tanggal lahir

: PURWOREJO, 5MAY 1988

Jenis kelamin

: Pria

Status

: Lajang

Agama

: Islam

Kewarganegaraan

: Indonesia

Alamat

: Jl. KEBEMBEM 1 No.59 Rt02/21 DEPOK II TIMUR


KODE POS 16417

Telepon

: 085694602272

e-mail

: ambar.wadi@gmail.com

BIDANG KEAHLIAN

SISTEM INFORMASI KOMPUTER

PENDIDIKAN

Pendidikan Formal
1994 – 2000 : SDN MEKARJAYA 17
2000 – 2003 : SMP YAPEMRI
2003 – 2 006 : SMA YAPEMRI
2008 – Sekarang : Universitas Gunadarma Depok


KURSUS DAN PELATIHAN

2008 LINUX TRANSFER PROTOCOL Jakarta
Aplikasi komputer
2009 GUNADARMA KOMPUTER jakarta
Aplikasi Komputer

HOBY

Otomotif, olah raga, membaca, membuat program.

Lamaran Pekerjaan

depok, 1 juni 2011

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo

Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong

Dengan hormat,

Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.

Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :

Nama : Ambar Wadi
Tempat & tgl. lahir : Purworejo, 11 MAY 1988
Pendidikan Akhir : SMA
Alamat : Jln. Kebem-bem raya I No. 59 Rt/Rw.02/21 Depok II timur

Kode Pos : 16417

Telepon, HP, e-mail : 085694602272, ambar.wadi@gmail.com
Status Perkawinan : lajang

Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :

  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah SMA.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.

Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.


Hormat saya,



Ambar Wadi


AMBAR WADI

POSITION APPLIED : PROGRAMER

DATA PRIBADI

Tempat, tanggal lahir

: PURWOREJO, 5MAY 1988

Jenis kelamin

: Pria

Status

: Lajang

Agama

: Islam

Kewarganegaraan

: Indonesia

Alamat

: Jl. KEBEMBEM 1 No.59 Rt02/21 DEPOK II TIMUR


KODE POS 16417

Telepon

: 085694602272

e-mail

: ambar.wadi@gmail.com

BIDANG KEAHLIAN

SISTEM INFORMASI KOMPUTER

PENDIDIKAN

Pendidikan Formal
1994 – 2000 : SDN MEKARJAYA 17
2000 – 2003 : SMP YAPEMRI
2003 – 2 006 : SMA YAPEMRI
2008 – Sekarang : Universitas Gunadarma Depok


KURSUS DAN PELATIHAN

2008 LINUX TRANSFER PROTOCOL Jakarta
Aplikasi komputer
2009 GUNADARMA KOMPUTER jakarta
Aplikasi Komputer

HOBY

Otomotif, olah raga, membaca, membuat program.

Minggu, 08 Mei 2011

Pembukaan KTT Ke-18 ASEAN, Jakarta, 7 Mei 2011

KTT ke-18 ASEAN merupakan sebuah momentum yang istimewa karena diselenggarakan di tengah semakin kompleks dan beragamnya tantangan yang dihadapi baik di tingkat nasional, regional, maupun global. Di tengah situasi seperti ini, ASEAN harus mampu menunjukkan arti pentingnya dengan cara menawarkan solusi terhadap tantangan-tantangan tersebut. Demikian salah satu benang merah sambutan Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudoyono, pada acara pembukaan KTT ke-18 ASEAN tanggal 7 Mei 2011 di Jakarta Convention Centre.

Acara pembukaan, diawali dengan ASEAN Anthem yang dibawakan Elfa Secioria’s Choir, berlangsung singkat namun meriah. Selain para Kepala Negara/Pemerintahan Negara-negara Anggota ASEAN, kecuali Singapura yang sedang melaksanakan Pemilihan Umum, acara Pembukaan juga dihadiri para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Menteri Ekonomi dan Menteri Luar Negeri Negara Anggota ASEAN, para Duta Besar negara sahabat, serta delegasi dari seluruh Negara Anggota ASEAN.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa dinamika saat ini menyulitkan semua pihak untuk menarik garis tegas antara tantangan-tantangan nasional, regional, dan global. Karena itulah kerja sama yang semakin erat antara ASEAN dengan Mitra Wicara dan pihak-pihak lainnya perlu terus dikedepankan sehingga dapat membantu tercapainya penyelesaian yang lebih komprehensif.

Beberapa tantangan yang saat ini dihadapi ASEAN, lanjut Presiden, adalah mencapai ketahanan pangan dan ketahanan energi. Meningkatnya jumlah penduduk dunia, yang akan mencapai sembilan milyar pada 2045, akan menajamkan kompetisi untuk mendapatkan akses terhadap bahan pangan, air bersih, dan energi. Guna mengantisipasi situasi itu, Presiden RI menghimbau ASEAN untuk memprioritaskan kegiatan penelitian dan pengembangan serta mendorong investasi yang lebih besar di sektor pangan, mempertimbangkan pembentukan sistem cadangan pangan ASEAN untuk membantu meningkatkan taraf hidup petani, serta meningkatkan peran energi terbarukan. Untuk itu, pusat-pusat penelitian energi terbarukan disarankan untuk segera dibangun di Negara-negara ASEAN.

Selain dua tantangan di atas, Presiden mengingatkan masih beragamnya tantangan yang dihadapi bersama seperti perompakan di laut, kejahatan trans-nasional, migrasi dalam jumlah besar, perubahan iklim, bencana alam, serta krisis keuangan.

Presiden juga mengemukakan kembali tiga prioritas Indonesia selama masa kepemimpinan sebagai Ketua ASEAN. Pertama, adalah memastikan tercapainya kemajuan-kemajuan penting dalam membangun Komunitas ASEAN. Ke dua, adalah memastikan terpeliharanya tatanan dan situasi di kawasan yang kondusif bagi upaya pencapaian pembangunan. Ke tiga adalah perlunya visi “ASEAN pasca 2015” yaitu peran Komunitas ASEAN di antara Komunitas Global Bangsa-Bangsa. Ditegaskan juga oleh Presiden bahwa tiga prioritas di atas harus dilaksanakan berdasarkan prinsip kerakyatan (people centred). Rakyat haruslah menjadi yang pertama dan yang paling mendapatkan keuntungan dari berbagai inisiatif ASEAN. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN akan mempunyai rasa kepemilikan yang sangat kuat terhadap ASEAN, dan minat untuk berpartisipasi di dalamnya.

Setelah selesainya acara pembukaan, para Kepala Negara/ Pemerintahan pada 7 Mei ini akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan lainnya seperti pertemuan Plenary untuk membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Seluruh rangkaian KTT ke-18 ASEAN dijadwalkan berakhir pada 8 Mei. (sumber: Dirjen KSA)

Speech By President of Indonesia at the Opening of the 18th ASEAN Summit

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Peace be upon you, and may Allah bless you all.

Your Excellencies, Head s of States and Heads of Government of the member countries of ASEAN,
Your Excellencies, Secretary General of ASEAN and the Ministers of ASEAN,
Distinguished Heads of State Institutions of the Republic of Indonesia,
Your Excellency, Heads of the ASEAN Parliament Delegations, Representatives of Civil Society Organizations, and Representatives of the Youths of the ASEAN,
Your Excellencies, Ambassadors of friendly states, and Heads of International Organizations,
Distinguished Guests,
Ladies and Gentlemen,

With a deep feeling of gratitude to the Almighty Lord, for his Generosity, on this historic day, we have been granted this opportunity to gather here at the opening ceremony of the 18th ASEAN Summit.

On behalf of the people, and Government of the Republic of Indonesia, permit me to greet to Indonesia, their Excellencies Heads of States and Heads of Governments of friendly States, who have traveled from the ASEAN region. Your Excellencies’ presence today demonstrates the close relations between our countries in our region. It is my sincere hope that your presence today will serve as historic momentum for greater future cooperation.

Ladies and Gentlemen,

The 18th ASEAN Summit convened this year posses an important meaning for us in facing the new challenges and produce the solutions necessary.

In the beginning of the 21st century, we face many complex, various and transnational challenges. The shifting of geopolitical powers continues to unfold in a dynamic manner.

Various challenges in traditional security continue to haunt us as non-traditional security issues also arise.

The global economic fluctuations that have occurred also deeply impact all nations.

No doubt, it becomes more difficult to differentiate these issues from domestic, regional and global issues.

So too are the bilateral issues and multilateral issues. For that matter, we cannot face these challenges merely at the national level, but instead produce solutions that are more comprehensive, and cooperation that are more intense amongst countries in the South East Asian region.

We need to continue enhance cooperation between nations, be it intra regional and inter regional and also set at the global forums

History recalls that as one of the pioneers of regional integration in the world, ASEAN was established based on the strong desire to establish peace, building Consensus, promoting stability, through regional cooperation and integration.

We realize that to ensure peaceful and stable East Asia region, we must ensure stability and security in our region.

ASEAN is responsible to responding to dynamic conflict that may influence the image of ASEAN and sustainable peace in our region. If conflict occurs, ASEAN must be capable of facilitating a forum for diplomacy and open dialogue with the intent of attaining common peace.

All these efforts, we have outlined in the blue print for ASEAN Political Security. It becomes our responsibility to act upon these commitment and agreements we have agreed upon.

Ladies and Gentlemen,

At this moment and the way forward, we are faced with the challenges of food security and energy security.

In this global situation, the world population is expected to grow fast from seven billion and will reach nine billion by 2045. Nations on this Earth will face a competitive situation for the scarce resources of daily needs.

The competition for energy, for food, and for clean water will become part of the global competition.

We need not to forecast what would happen in ten or twenty years in the future, we are already facing food and energy price fluctuations that attend to continue rising globally.

Food security will be a great challenge for ASEAN. For that reason, we will need clear and evident cooperation amongst ASEAN, with a special emphasis on programs on securing food supply for the people. One of the quick responses that we must take is, establishing an ASEAN Integrated Food Security Framework that is comprehensive, particularly in research and development, and also investment in food security. More specifically, we must attend to the formulation of a food reserves system in ASEAN and also one that assist farmers from escaping poverty.

Just as important in overcoming food security is the need to ensure energy security. The challenge we face is producing an innovative solution. Sources of new and renewable energy is greatly needed, to increase the available supply of energy sources, reducing energy consumption that. Negatively impacts the environment.

Furthermore, the application of renewable energy and the implementation of the program of ASEAN Energy Efficiency and Conservation, should promote the economic and social development in countries in ASEAN.

ASEAN needs to strengthen cooperation on renewable energy sources and alrnative enerny, including hydro-power and geo-thermal. One way to acieve that is the development of research centers and renewable energy in our region.

We must give serious attention and take concrete measures to address the soaring of food prices and world energy, which in turn will negatively affect the prosperity of our people. History shows that the rise of food and energy prices usually cause has always caused the increase in the number of people living in poverty. Yet we know very well that decreasing the poverty level is not an easy task.

Ladies and Gentlemen,

Beside food and energy problem, we are well aware of the continuing armed conflicts in various part fo the world. Conflict in Libya is not yet ended. Political turmoil in the Middle East is persisiting, compunded by the spread of violence. In international waters, hijacking and piracy are getting critical. And we are also confronterd by the international crime syndicates and terrorism.

We have just passed the period of global economic and fianncial crisis that has yet to recover. At the same time, we have to deal with the climate change problem that has been causing damages in littoral and island states, and other countries. We can no longer argue that human migration in large number continues to take place, irregularly and illegally, so that it creates many political, social, security problems, not only in countries of destination, but also in transit countries.

Other serious challenge is concerning disaster striking quite frequently in our region. We realize that our region is prone to disaster. An example of this is the the earthquake and tsunami that struck the eastern part of Japan just two months ago. Thousands of people perished and unaccounted loss of property and infrastructure. That reminds us of the tsunami that devastated Aceh seven years ago where thousands of people lost their lives and huge material loss.

In tackling natural disaster, I am of the view that two main points should be considered.

First, we must enhance the capacity and coordination at the regional level, through the establishment of ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

And second, we must intensify joint exercise in disaster management, such as the ASEAN Regional Forum Disaster Relief in Menado in March, jointly chaired by Indonesia and Japan.

Ladies and Gentlemen,

What I just explained is only an illustration of the present state of the world. And that is the portrait of our region at present. In the world like this, the ASEAN countries just cannot stay idle. We muts enhance a multidimensional cooperation both internally among ASEAN members and our cooperation with our dialogue partners as well as with countries from other region. And more than that, ASEAN must be responsive to the reality that continues to change. We must be able to resolve and overcome the challenges as well as to seize the opportunities available within and outside our region.

Having this in mind, as the Chair of ASEAN, Indonesia identifies three main priorities over which we have to exert extra efforts.

First, we have to ensure the attainment of concrete progress in realizing the ASEAN Community.

Second, we have to esnure the maintenance of order and condition in the region favourable for the achievement of development objectives, through East Asia Summit while maintaining the centrality of ASEAN; and

Third, we have to ensure successful discussion on the urgent need for a “post 2015 ASEAN” vision, namely the role of ASEAN Community in a global community of nations. This means that God willing, by the time we achieve an ASEAN Community in 2015, we are well equipped in elevating ASEAN’s role to meet the global challenges ahead of us. Delicate challenges for our future generation.

We will work hard to achieve those three priorities, based on the premise that all our endeavours will be of people-centred charateristic. All societies in ASEAN must be engaged, in order to develop sens of ownership and strong will to participate. Our people will be central and they will benefit the most from our initiative.

Ladies and Gentlemen,

This year, under Indonesia’s Chairmanship, together we have made meaningful progress in realizing our three priorities as mentioned earlier. In the midst of rapid changes in our regional architecture, I hope our Summit could agree on steps towards the East Asia Summit. We share the hope that the East Asia Summit will make further contributions to the promotion of a stable and peaceful region that brings prosperity to all of us.

In financial sector, one of our achievements is the launching of a joint website involving seven stock exchange from ASEAN member countries. This is aimed at enhancing blue-chip equity in our regional for global investors. This is the first step towars markets conenctivity in ASEAN. At the same time, soon we will fully implement credit guarantee and investment facilities at the amount of US$700 million. Our Finance Ministers have also joint hands to attain ASEAN Infrastructure Fund in order to support infrastucture development in our region.

Of course, it does not end there. There remains a lot that we have to do and work on together. We must make sure that the Master Plan on ASEAN Connectivity can be implemented effectively. In this regard, Indonesia is in the process of finishing the Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (Master Plan for Acceleration and Expanded Economic Growth of Indonesia/MP3EI), in order to boost the development of six economic corridors in Indonesia. I believe that what Indonesia is planning to do will boost the national economy and intra-Indonesian connectivity, as well as awaken ASEAN’s economy and speed up the construction of ASEAN connectivity.

Ladies and Gentlemen,

In the dynamic ASEAN region, in order to elevate the living standard and the people’s prosperity, we still have to do a lot of things. We have to work hard to empowering and enhancing small and medium entreprises. We have to further develop intra-ASEAN trade, investment and tourism. And we have to further enhance our cooperation with ASEAN dialogue partners for better benefits.

We need to launch more endeavour to promote people-to-people interaction. The ASEAN Leaders’ Dialogue with the ASEAN Interparliamentary Assembly, representatives of Civil Society Organizations and youth representatives within this summit is part of our effort to make ASEAN as an organization that is people-oriented and people-centered. That is our goal. That is our hope. A new hope for the ASEAN Community.

Ladies and Gentlemen,

Before concluding this speech, I have to convey my gratitude and pride, for from this time onward, more and more countries want to enhance their relations and cooperation with ASEAN. This emphasizes that ASEAN has gained more recognition as one of the successful regional organizations in the world. We have gained valuable experience and learned a lot of lessons in the last forty years of our cooperation. Therefore, there are actually a lot of things that we can offer to other regions and nations outside of our region.

Currently, the eyes of the world are directed towards ASEAN, where we grow, develop, and advance together. This reality has to become our inspiration to work even harder; to attain ASEAN Community in 2015, and make the partnership between us more contributive in resolving global issues.

Once again, let us enhance our cooperation. Let us involve our people in building the ASEAN region, so that the lives of the people in this region become more secure, more safe, more peaceful, more harmonious, and more prosperous. Therefore, I truly hope that this year’s ASEAN Summit can become a bridge towards the success that we all wish for. Once again, let us realize:

”ASEAN : One Vision, One Identity, One Community”.
Thank you.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabakatuh
Jakarta, 7 May 2011

PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Template by : kendhin x-template.blogspot.com